-1.9 C
New York

Mahasiswa Sistem Telekomunikasi Gelar Workshop Mikrokontroler Arduino di MAS Al-Manar Purwakarta

Published:

Mahasiswa Program Studi Sistem Telekomunikasi 2023 menggelar Workshop Mikrokontroler Arduino di MAS Al-Manar Purwakarta pada (22/11). Kegiatan ini ditujukan untuk siswa kelas 10 sebagai pengenalan dasar mengenai elektronika dan mikrokontroler, sekaligus menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada sekolah mitra.

Workshop dimulai dengan pretest singkat untuk memetakan pemahaman awal siswa mengenai mikrokontroler, rangkaian elektronik, dan komponen dasar. Hasil awal menunjukkan sebagian besar peserta belum pernah mencoba perangkat mikrokontroler, sehingga sesi pengenalan menjadi bagian penting sebelum memasuki materi inti.

oto: Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Sistem Telekomunikasi

Setelah itu, tim mahasiswa memberikan materi pengantar tentang mikrokontroler Arduino, mulai dari fungsi perangkat, struktur komponen, hingga perbedaan rangkaian pasif dan aktif. Penyampaian materi dibuat sederhana, disertai contoh-contoh perangkat elektronik dalam kehidupan sehari-hari agar siswa lebih mudah memahami konsepnya.

Memasuki sesi selanjutnya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok didampingi mentor dari tim mahasiswa. Para mentor membantu menjelaskan langkah-langkah penyusunan rangkaian serta memandu siswa memahami proyek LED yang akan dirancang.

oto: Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Sistem Telekomunikasi

Sebelum praktik nyata, siswa diajak mencoba simulasi rangkaian menggunakan platform Wokwi. Melalui simulasi ini, mereka dapat melihat cara kerja rangkaian tanpa risiko merusak komponen. Antusiasme mulai terlihat ketika simulasi LED berhasil menyala, membuat beberapa siswa dengan bangga menunjukkan hasilnya kepada teman-teman lain.

Setelah simulasi, kegiatan berlanjut ke tahap praktik langsung. Setiap kelompok menerima satu set Arduino beserta komponen elektronik. Suasana kelas pun berubah menjadi ruang eksperimen, dengan siswa merangkai LED, memasang resistor, menghubungkan kabel jumper, hingga mengunggah program sederhana. Meski beberapa percobaan awal belum berhasil, dengan bantuan mentor, siswa mampu menemukan kesalahan dan memperbaikinya. Momen ketika rangkaian akhirnya menyala selalu disambut sorakan kecil dan senyum bangga dari para peserta.

Usai praktik, siswa mengikuti post-test untuk melihat peningkatan pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan kemajuan signifikan dan jika sebelumnya banyak siswa belum mengenal fungsi resistor atau pin pada Arduino, kini mereka sudah mampu menjelaskan bahkan mempraktikkannya secara mandiri.

Workshop ditutup dengan foto bersama serta penyerahan dokumentasi kepada pihak sekolah. Tim mahasiswa berharap kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga lebih banyak siswa dapat merasakan pengalaman belajar teknologi secara langsung, interaktif, dan menyenangkan.

Related articles

spot_img

Recent articles

spot_img