Jakarta, November 2025 Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Wakil Ketua DPR RI Komisi X, Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si., menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Coaching Clinic: Pengembangan Pemain Sepak Bola Usia Muda (Youth Development) 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel BW Express Jakarta dengan melibatkan para pemuda dan pegiat olahraga sepak bola.

Eko Susanto Ketua DPD PPMI DKI Jakarta
Ketua DPD Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) DKI Jakarta, Eko Susanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi positif antara Kemenpora dan DPR RI dalam meningkatkan kompetensi kepemudaan, khususnya di bidang olahraga.
“Kami tentu mencari narasumber yang terbaik. Saya berharap teman-teman mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik antara Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Wakil Ketua DPR RI Komisi X, Ibu Hj. Himmatul Aliyah,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP PPMI, Yudi, yang memberikan dukungan penuh terhadap program pengembangan sepak bola usia muda sebagai bagian dari pembinaan karakter dan daya saing generasi muda.
Pemateri pertama dalam kegiatan ini adalah Peri Sandria, mantan pemain Tim Nasional Indonesia periode 1989 hingga 1997. Dalam sesi penyampaiannya, ia membahas mengenai teknik dasar sepak bola yang menjadi fondasi pembinaan atlet muda.

Peri Sandria Pemain Timnas Periode 1989 – 1997
Peri menjelaskan bahwa terdapat beberapa teknik dasar penting dalam sepak bola, seperti drible (menggiring bola), sundulan, lemparan ke dalam, mengontrol bola, serta menendang bola. Menurutnya, penguasaan teknik dasar ini merupakan pijakan awal sebelum memasuki strategi permainan yang lebih kompleks.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi latihan. “Tidak ada batasan untuk belajar dan tidak bisa berhenti tanpa peduli usia kita,” ungkapnya sambil mengutip kalimat motivatif Cristiano Ronaldo mengenai dedikasi dalam latihan.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung meski berada di dalam area hotel. Peserta tampak antusias mengikuti demonstrasi teknik dasar bersama Peri Sandria. Ia menegaskan bahwa teori tanpa praktik akan menjadi sia-sia, sehingga latihan langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.
Pada sesi berikutnya, kegiatan diisi oleh Coach Bagas Novan, Pelatih atlet PBOP DKI Jakarta sekaligus Founder SSB Pemuda Jaya. Bagas menyampaikan materi mengenai specific conditioning dalam pembinaan atlet sepak bola.

Coach Bagas Novan Pelatih PBOP DKI Jakarta
Ia menuturkan bahwa daya tahan dan kekuatan fisik merupakan faktor utama dalam performa pemain. Mengingat usia produktif pemain sepak bola berada hingga sekitar 32 tahun, maka fisik harus disiapkan untuk mampu bermain selama 90 menit secara optimal.
Selain itu, Bagas juga menjelaskan beberapa kondisi cedera yang umum terjadi dalam sepak bola seperti kram otot, hamstring, hingga cedera engkel, serta memberikan penjelasan bagaimana cara penanganan pertama yang tepat.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan refleksi yang memberikan ruang bagi peserta untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pemuda dalam dunia sepak bola, sekaligus mendorong terbentuknya atlet muda yang berdaya saing tinggi.


