-1.9 C
New York

Uhamka Public Relation Club Gelar “Bisik (Bincang Asik) PR” Bahas Suara Otentik di Era Digital

Published:

Uhamka Public Relation Club kembali mengadakan kegiatan Bisik (Bincang Asik) PR yang berlangsung di Aula Lantai 4 Kampus A Uhamka Limau pada Rabu (26/11). Acara ini menjadi ruang diskusi strategis bagi mahasiswa untuk memahami peran komunikasi publik di era digital.

foto: banyakbaca.id
Pemateri BISIK PR UHAMKA 2025

Ketua Pelaksana, Andika, dalam laporannya menyampaikan bahwa suara yang dibangun bersama oleh PR Club layak untuk didengar. Senada dengan itu, Ketua Umum PR Club UHAMKA, Bagoes Aryo menambahkan bahwa PR Club adalah wadah bagi mahasiswa Uhamka untuk mengasah kemampuan komunikasi publik secara berkelanjutan.

Acara dibuka oleh Dekan FISIP Uhamka, Dra. Tellys Corliana, M.Hum. Ia menilai Bisik PR terus berkembang setiap tahun. “Kepemimpinan bukan soal gelar, tapi dampak dari kebijakan yang disampaikan dengan komunikasi yang baik,” ujarnya.

Kegiatan Bisik PR tahun ini tidak hanya menghadirkan diskusi bersama narasumber, tetapi juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara PR Club Uhamka dengan PERHUMAS (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring dan kompetensi mahasiswa dalam dunia kehumasan.

foto: banyakbaca.id
Chicho Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik

Sebagai keynote speaker, hadir Cyril Roul Hakim (Chicho Hakim), Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta. Chicho menekankan pentingnya dua kemampuan utama bagi calon praktisi PR, yaitu kemampuan komunikasi dan pengelolaan emosi. “Dua kemampuan ini menjadi modal besar untuk melangkah jauh dalam karier,” jelasnya.

Narasumber berikutnya adalah Dr. Nurlina Rahman, S.Pd., M.Si., yang membahas proses bisnis dalam komunikasi. Ia menyoroti bagaimana setiap tindakan profesional dinilai dari keseharian dan konsistensi. Selain itu, ia memberikan strategi pengembangan diri bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang komunikasi.

foto: banyakbaca.id
Syaiful Mukhtapa Founder bicarapede

Sesi selanjutnya diisi oleh Syaiful Mukhtapa, atau yang dikenal sebagai Kak Uta, Founder Bicarapede. Ia membagikan perjalanan kariernya dan menegaskan bahwa komunikasi adalah fondasi utama pengembangan diri. “Keberhasilan bukan hanya dinilai dari nilai akhir, tapi dari seberapa berkembangnya proses,” pesannya. Ia juga mengajak peserta mempraktikkan teknik berbicara dan pembuatan konten.

Pemateri terakhir adalah Leidena Sekar Negari, praktisi humas berpengalaman lebih dari 15 tahun. Ia menekankan bahwa setiap komunikasi harus memiliki dampak. “Speak harus ber-impact,” ujarnya. Leidena juga menjelaskan konsep komunikasi backstage dan frontstage, serta pentingnya persiapan sebelum tampil di ruang publik.

Kegiatan Bisik PR ditutup dengan sesi foto bersama dan harapan bahwa acara ini dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memimpin, berbicara, dan menyampaikan gagasan secara efektif di era digital.

Related articles

spot_img

Recent articles

spot_img