Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Jakarta Barat menyelenggarakan Latihan Kader Muda (Lakmud) 2025 dengan tema “Transformasi Kader Responsif dan Solutif di Era Krisis Karakter dan Informasi.” Kegiatan ini dilaksanakan di MAN 1 Jakarta pada tanggal 29, 30, dan 31 Agustus 2025, dengan melibatkan kader-kader terbaik dari PAC IPNU – IPPNU yang siap mengembangkan potensi diri serta menjawab tantangan zaman.

Lakmud merupakan program kaderisasi setelah Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Program ini dirancang untuk membentuk kader-kader muda Nahdlatul Ulama agar lebih mendalam pemahamannya mengenai IPNU-IPPNU serta memiliki kemampuan untuk menjadi penggerak di lingkungan mereka. Peserta Lakmud juga diharapkan menjadi kader yang mampu memimpin dan menjalankan program-program IPNU-IPPNU secara mandiri dan kreatif.
“Lakmud ini diharapkan dapat mencetak kepengurusan cabang kedepan supaya lebih renponsif dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang lebih mendalam, dengan peserta mengikuti lakmud artinya dia sudah naik tingkat dari sekedar anggota menjadi seorang kader”, ujar Khoirul Imam, Ketua Cabang IPNU Jakarta Barat.
Tema yang diangkat sangat relevan dengan situasi saat ini, di mana arus informasi yang begitu cepat seringkali menimbulkan bias dan krisis karakter di kalangan generasi muda. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali keterampilan berpikir kritis, kepemimpinan, serta wawasan keagamaan dan kebangsaan, sehingga mereka mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Mantan Bendahara PC IPNU periode 2017-2019, Bastari Mauludi hadir dan mengisi materi tentang Kepemimpinan. Dalam kesempatan itu, Bastari menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki visi yang jelas, mampu merangkul perbedaan, serta memberikan teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini memberikan perspektif baru bagi peserta mengenai pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan adaptif.
Selama tiga hari, peserta akan mendapat materi kepemimpinan, diskusi keilmuan, penguatan spiritual, hingga praktik lapangan. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk mengasah daya kritis, militansi berorganisasi, serta membentuk karakter kader NU yang siap berkiprah di tengah masyarakat.


