-1.9 C
New York

BEM UGM & Undip Mundur dari Aliansi BEM SI: Protes Ada Politikus dan Pejabat di Munas

Published:

BEM KM UGM dan BEM Undip secara resmi menarik diri dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) Kerakyatan usai mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) XVIII yang digelar di Padang pada 13–19 Juli 2025. Keduanya menyatakan forum tersebut telah bergeser dari semangat perjuangan mahasiswa menuju ruang penuh manuver politik dan kepentingan elite.

Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, menyesalkan Munas yang menurutnya lebih banyak diisi agenda pencitraan. Ia menyebut kehadiran tokoh-tokoh seperti Ketua Umum Partai Perindo, Menteri Pemuda dan Olahraga, hingga Kepala BIN Sumatera Barat, mencederai nilai independensi gerakan mahasiswa. Bahkan, kehadiran karangan bunga dari BIN di area luar forum dianggap sebagai simbol intervensi kekuasaan.

Tiyo juga menyoroti insiden kericuhan selama forum yang menyebabkan dua mahasiswa mengalami luka. Menurutnya, konflik yang terjadi bukan disebabkan oleh perbedaan ideologi, melainkan akibat perebutan posisi simbolik yang jauh dari substansi gerakan. Ia menegaskan keputusan mundur bukan didasari kekecewaan semata, melainkan demi menjaga integritas perjuangan.

Sikap serupa turut diambil oleh BEM Undip. Ketua BEM Undip, Aufa Atha Ariq, menyatakan forum telah kehilangan arah dan berubah menjadi panggung politik praktis. Ia menyayangkan kehadiran aparat dan figur elite politik yang dianggap tidak relevan dengan semangat kemandirian mahasiswa. Kericuhan fisik yang mencederai peserta menjadi alasan tambahan bagi Undip untuk keluar dari aliansi.

Baik BEM KM UGM maupun BEM Undip menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis perjuangan rakyat. Keduanya memilih bersikap independen dan tidak menjadi bagian dari aliansi manapun yang tunduk pada kepentingan kekuasaan. Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga kemurnian gerakan mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa.

Ketua Departemen Sosial Politik Himaloka UPI, Azwin Jahid Al Farizhi menyatakan bahwa langkah BEM UGM dan Undip membuktikan bahwa menjaga integritas lebih penting daripada tetap berada dalam barisan yang kehilangan arah. Menurutnya, perjuangan mahasiswa seharusnya berpijak pada nurani, bukan semata-mata teriakan perjuangan yang kosong dalam realitas.

Related articles

spot_img

Recent articles

spot_img