Pemuda Parlemen Indonesia (PPI) secara resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal aspirasi generasi muda, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Kerja sama strategis ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan menuju Konferensi Pemuda Parlemen Indonesia 2025 yang akan dilaksanakan di Gedung DPR/MPR RI pada bulan Oktober tanggal 23-24.
Pertemuan yang berlangsung penuh antusiasme tersebut, hadir Direktur LPDP, Ir. Dwi Larso, MSIE., Ph.D., dan Founder PPI, Khaeria Ulfarani Rahman. Keduanya menegaskan pentingnya peran LPDP dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pemuda Indonesia, khususnya mereka yang terlibat aktif dalam bidang aspirasi politik, pendidikan, serta pembangunan di tingkat lokal maupun nasional.
Sementara itu, Monica Syafitri, selaku pengurus inti Pemuda Parlemen Indonesia (PPI) sekaligus panitia Konferensi PPI 2025, menuturkan bahwa kolaborasi antara PPI dan LPDP merupakan langkah strategis untuk memperluas ruang gerak pemuda dalam berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa gerakan pemuda tidak hanya berbicara tentang idealisme, tetapi juga aksi nyata dalam menjembatani aspirasi masyarakat muda dengan kebijakan publik. Kehadiran LPDP menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus menghadirkan program yang berdampak dan berkelanjutan,” ujar Monica. Ia juga menambahkan bahwa Konferensi PPI 2025 di DPR/MPR RI akan menjadi momentum penting bagi lahirnya gagasan segar dari pemuda seluruh Indonesia, yang siap memberikan rekomendasi konstruktif untuk kemajuan bangsa.
Konferensi PPI 2025 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah serta memperkuat peran PPI sebagai jembatan antara generasi muda, parlemen, dan lembaga negara. Melalui kolaborasi ini, Pemuda Parlemen Indonesia menegaskan komitmennya bahwa pemuda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga mitra sejajar dalam proses pembangunan bangsa.


