-1.9 C
New York

Trump Resmi Patok Tarif Impor Indonesia Jadi 19%, Produk AS Bebas Bea Masuk RI

Published:

Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump resmi menurunkan tarif impor bagi barang dari Indonesia menjadi 19%, turun signifikan dari sebelumnya 32%. Sebagai bagian dari kesepakatan dagang yang lebih luas, barang ekspor AS ke Indonesia bahkan dibebaskan dari tarif alias 0%.

Tarif baru ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Filipina yang masing-masing dikenakan tarif sebesar 20%, serta Malaysia yang dikenai 25%, dan Thailand yang mencapai 36%. Bahkan, untuk praktik transhipment, Vietnam bisa dikenakan tarif hingga 40%.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menyebut kesepakatan ini sebagai peluang emas bagi Indonesia. “Tarif yang lebih rendah memberi kita keunggulan kompetitif di kawasan. Ini bisa membuka ruang besar bagi pengembangan kawasan industri dan menarik investor asing,” ujarnya.

Fakhrul juga memperkirakan Indonesia berpotensi menggaet investasi asing baru senilai US$ 200–300 juta dalam satu hingga dua tahun ke depan berkat insentif tarif tersebut. Ia menilai momen ini penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang kini tengah mengalami pergeseran besar-besaran akibat dinamika geopolitik dan perang dagang.

Tak hanya soal tarif, kesepakatan dagang ini juga mencakup komitmen Indonesia untuk membeli 50 unit pesawat Boeing serta produk pertanian dan energi dari Amerika. Selain itu, posisi strategis Indonesia dalam hal pasokan mineral tanah jarang (rare earth minerals) juga menjadi bagian dari pembahasan penting antar kedua negara.

Dari sisi akademik, Ketua Program Studi Logistik Kelautan di Universitas Pendidikan Indonesia, menilai kesepakatan ini sebagai langkah strategis yang saling menguntungkan.
“hal ini merupakan win-win solution dan pastinya akan berdampak serta mempengaruhi ekonomi negara, dikarenakan Amerika merupakan negara adidaya. Selain itu, ini juga berpengaruh dalam sisi politik, karena jika kita tidak menjaga hubungan baik dengan Amerika, hal ini sangat riskan mengingat politik dan ekonomi Indonesia belum kuat. Oleh karena itu, Indonesia harus menjaga hubungan baik dengan Amerika dan menjadikan pasar saham Indonesia kembali hijau.”

Related articles

spot_img

Recent articles

spot_img